Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.

Tangkuban Perahu – Siapa yang belum kenal dengan objek wisata ini? Ya, Tangkuban Perahu adalah salah satu objek wisata yang terkenal di jawa barat lebih tepatnya di lembang. Tempat ini terkenal dengan pesona kawahnya yang mengagumkan. Tak heran jika banyak wisatawan yang berdatangan untuk mengunjunginya.
Oh iya, di TWA Tangkuban Perahu juga terkenal dengan legendanya. Asal usul Gunung Tangkuban perahu berkaitan dengan kisah Sangkuriang, yang dikisahkan bahwa ketika masih kecil Sangkuriang pernah terpisah dengan ibunya, Dayang Sumbi. Ia hanyut ketika ibunya mandi di sungai. Hingga sekian lama sangkuriang tumbuh besar, ia bertemu dengan seorang wanita yang cantik. Ia tak tahu bahwa wanita itu adalah ibunya karena sejak kecil ia tidak tumbuh besar bersama ibunya. Ia pun jatuh cinta kepada ibunya, Dayang Sumbi dan berniat menikahinya. Sampai suatu saat dayang Sumbi mengetahui bahwa sangkuriang memiliki tanda lahir yang sama dengan anaknya yang hanyut maka dayang sumbi menolak dan mengatakan bahwa sangkuriang adalah anaknya. Namun, sangkuriang tidak percaya dan tetap berniat menikahi dayang Sumbi. Untuk menggagalkan niat anaknya menikahinya, Dayang Sumbi membuat persyaratan kepada Sangkuriang untuk membuat sebuah perahu dalam semalam. Sangkuriang pun menyetujuinya. Ketika melihat usaha sangkuriang yang hampir menyelesaikan perahu tersebut, Dayang Sumbi berpikir untuk menggagalkannya. Dayang Sumbi membangunkan ayam dengan kain yang sudah diberi penerangan sehingga ayam pun mengira hari sudah pagi. Usahanya berhasil, ayam pun berkokok walau matahari belum muncul. Sangkuriang pun marah melihat usahanya yang hampir berhasil harus berhenti dan rencananya untuk menikahi Dayang Sumbi gagal. Ia pun menendang perahu yang hapir jadi itu sehingga mendarat dalam keadaan terbalik. Perahu inilah yang kemudian membentuk Gunung Tangkuban Parahu.
Di area depan pintu masuk TWA Tangkuban Perahu pengunjung dapat memarkirkan kendaraannya dan langsung melanjutkan perjalanan menggunakan angkot/elf khusus untuk menuju kawah. Ketika di dalam angkot jangan kaget bila sopir mengendarainya sangat kencang karena jalannya yang menanjak dan pastikan pintunya tertutup rapat agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Pastikan juga membawa pakaian yang hangat dan memakainya karena hawanya yang sangat dingin. Untuk berjaga-jaga jas hujan juga perlu dibawa karena cuacanya tidak dapat di tentukan.
Ketika sampai TWA Tangkuban Perahu banyak pengunjung yang memakai masker karena bau belerangnya sangat menyengat. Disana pengunjung dapat berkeliling dan mengabadikan pemandangan yang indah dari kawah TWA Tangkuban Perahu. Jika cuacanya berkabut jangan khawatir pengunjung juga dapat berfoto di spot foto tulisan “TWA Tangkuban Perahu”, patung macan, dll. Jangan khawatir jika memasuki waktu sholat tiba karena disana disediakan mushollah.

Setelah berfoto ria jangan lupa untuk membeli buah tangan untuk sanak saudara maupun teman-teman. Buah tangan yang paling banyak diminati pengunjung adalah berbagai bentuk rajutnya seperti tas, dompet, dan cardigan. Tentunya dengan harga yang tidak menguras kantong. Jika tidak ingin rajutan ada juga berbagai penawaran lain seperti sweater, kaos, topi, dan stroberi.


Jika sudah lelah berkeliling puas membeli buah tangan, pengunjung dapat kembali ke tempat parkiran kendaraan menggunakan angkot/elf. Saat menunggu angkot/elf datang, ingat jangan berdiri di tengah jalan! Karena sopir angkot/elf tersebut berkendara sangat kencang dan memutar balik sangat cepat.
Demikianlah informasi seputar TWA Tangkuban Perahu. Jadi bagaimana tertarik untuk mengunjunginya? Semoga artikel ini bermanfaat dan menjadi panduan bagi kalian semua 😊
Nama : Qurratul Aini Adawiyyah
kelas : 12 mipa 7
This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.
You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.
Why do this?
The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.
To help you get started, here are a few questions:
You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.
Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.
When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.